Debu Kapur
Karya Fatmawati
Satu tiga
Tanpa dua, empat, dan lima
Plak!
Tepat mendarat menabrak
Di atas mata jidat yang kena
Berkedip-kedip butir di sela
Bergeleng sedikit pusing semata
Terkejut jiwa koyak denyut segala
Langsung riuh gigi menari ria
Tunduklah raga menanggung malu
Memang salah berkata di tengah alenia
Yang belum sampai pada wacana
Hingga kini mengalun syukur
Senang hati hipokampus memberi kenang
Dan tak terasa kembang senyum disimpul
Rindukan sang debu kapur
Terima kasih kepada engkau
Pelipur aku
Penuh celaka
Jikalau sadar terlambat tiba
Fatir diri tak pernah jadi
Masih laknat duduk di atas samar
Sungguh tak mungkin untuk berpijar
Februari Menulis Hari Keempat Belas
Buntok, 14 Februari 2023
keren puisinya
BalasHapusTrima kasih Omjay, masih tahap belajarš
Hapus