Usai pada Jendela
Karya Fatmawati
Kuintip dijendela berdebu
Sambil pegang kertas bekas pensil kayu
Terlihat sumringah canda mereka tak pernah layu
Semangat pemberi ilmu yang bukan untukku
Sesekali melirik ke arahku
Tak acuh dan mata membisu
Mungkin sudah terbiasa karena hadirku tak bisa dihitung hari
Tapi,
Tak ada yang peduli
Bahkan segenap umat mencaci tak terima aku ada di sini
Sukma pun kelu terbelenggu
Kiranya sia saja jika mengadu
Karena daya tak mampu gapai inginku
Mulanya asa pupus tak tersisa
Menyeruak keluh dalam doa
Hingga terisak basahi sajadah gulita
Bukan air, tapi darah rembaka
Aku hanya ingin seperti mereka
Salahkah?
Datang dia memberi nyawanya
Selamat duduk berdiri hidup memati
Arah jalan tak bengkok lagi
Mengepung ilmu seluruh waktu
Usai sudah cerita jendela
Tanpa beda gapai kejora
Cita orang tua yang telah tiada
Februari Menulis Hari Ketujuh
Buntok, 7 Februari 2023

Tidak ada komentar:
Posting Komentar