Darma dan Kulacino
Karya Fatmawati
1/
Saat desing gita meruap, kau asik sibuk ikrarkan semi
Sambil memegang cangkir berasap abu-abu
Lupakan darma, redupkan penjuru
Sesaat ambil kitab yang rindu menjadi ilmu
Dan tinggalkan kulacino yang bersemayam di atas meja kayu
Frasamu kembali bergeming dalam palung yang rimbun
Memakan ribuan detik hangus mengalun
Seolah lupa ada aku dan mereka menunggu tanjung
Hari ini aku harap dapat menyesap sebait sari bersama kantuk berhuni
Di samping jendela sudah luas surah menyeduh cita
Masih juga belum datang pada cahaya surai
Sungguh sampai hati kau minum darahku hingga mendanau
Ya sudahlah
Lihat saja, sebagian mereka malah bersuka, rima tanpa aba-aba
Walau yang lain sesekali mencari dengan tubuh beringsut
Menjinjit dengan kaki yang berjalan kusut
Mengintip dengan wajah seri dan ragu memagut
Tiba-tiba terbelak mata melihat dewan susuri jalurnya
Cepat raga mencari pemiliknya
Mulailah racau mendekat memekik telinga
Sambil membawa panas api menusuk jari
Katanya salah jika petir menyentuh bumi
Katanya salah jika terang menari pada siang hari
Hanya bisa berdiam diri
Tanpa gemuruh dendam sedari
Tetap ku panjat doa untukmu sang abdi
Februari Menulis Hari Keempat
Buntok, 4 Februari 2023

Tidak ada komentar:
Posting Komentar