Sabtu, 04 Februari 2023

Darma dan Kulacino 1/

 


Darma dan Kulacino 

Karya Fatmawati


1/

Saat desing gita meruap, kau asik sibuk ikrarkan semi

Sambil memegang cangkir berasap abu-abu

Lupakan darma, redupkan penjuru

Sesaat ambil kitab yang rindu menjadi ilmu

Dan tinggalkan kulacino yang bersemayam di atas meja kayu

Frasamu kembali bergeming dalam palung yang rimbun 

Memakan ribuan detik hangus mengalun

Seolah lupa ada aku dan mereka menunggu tanjung


Hari ini aku harap dapat menyesap sebait sari bersama kantuk berhuni

Di samping jendela sudah luas surah menyeduh cita

Masih juga belum datang pada cahaya surai

Sungguh sampai hati kau minum darahku hingga mendanau

Ya sudahlah

Lihat saja, sebagian mereka malah bersuka, rima tanpa aba-aba

Walau yang lain sesekali mencari dengan tubuh beringsut

Menjinjit dengan kaki yang berjalan kusut

Mengintip dengan wajah seri dan ragu memagut


Tiba-tiba terbelak mata melihat dewan susuri jalurnya

Cepat raga mencari pemiliknya

Mulailah racau mendekat memekik telinga

Sambil membawa panas api menusuk jari

Katanya salah jika petir menyentuh bumi

Katanya salah jika terang menari pada siang hari


Hanya bisa berdiam diri

Tanpa gemuruh dendam sedari

Tetap ku panjat doa untukmu sang abdi




Februari Menulis Hari Keempat

Buntok, 4 Februari 2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belum Mendamba

Belum Mendamba Karya Fatmawati Kelam kabut suasana ruang renggang papan Karena sang maha tiba termin berjumpa Lihatlah, kau anggap diri pela...