Selasa, 21 September 2021

Satu Darah

 

Satu Darah

Karya Fatmawati

Tersandar pada rayu paksa darah sekebat

Kau menggila koyak birahi pada sabitah tanah

Tanpa terjamah belas kasih nestapaku pun menyimpul tambatan bulir-bulir desah

Geloramu tak berkesudah mengupak sekuntum sutra dalam darah

 

Sudah susah

Kau taburi lagi racun bernyawa

Sudah bernanah

Kau gelugut lagi putih di mata

Hingga kuterlena dalam akal yang telah tiada

Hingga peranakanku berbelusuk

Hingga rahimku terlepas dari pertubuhan

 

Kuat bertopang pada gamitan isak perempuan sorgaku

Dalam kelu kekalnya aku bergelebah

Dalam pagutnya aku amuk meracau

 

Gilamu gila neraka

Tak cukupkah saf balur hingga tiammu mengelus nyawa membulanku

 

Kadang igauku menggelegak

Tanpa rengkuhan berbisik sendiri

Hingga paru berhenti tinggalkan puri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belum Mendamba

Belum Mendamba Karya Fatmawati Kelam kabut suasana ruang renggang papan Karena sang maha tiba termin berjumpa Lihatlah, kau anggap diri pela...